Twitter Kadin Jepara
Menu
Login
- Details
- Written by Kadin Jepara
- Published: 18 November 2014
- Hits: 1007

JEPARA—Selama dua tahun terakhir industri mebel di Jepara terbilang lesu. Oleh karena itu, Dinas Industri dan Perdagangan (Disindag) Jepara menggelar sosialisasi Indikasi Geografis bertempat di Maribu Jepara (18/11) untuk memberikan informasi terkait indikasi geografis dan pengarahan tentang mekanisme pembuatan merek mebel Jepara. Acara tersebut diisi lebih dari 50 tamu undangan dari Kementerian Hukum dan Ham, DPRD Jepara, Pengusaha Mebel Jepara, Civitas Akademika UNISNU Jepara, dan beberapa asosiasi perdagangan di Jepara.
Idris, selaku narasumber dari Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM dalam acara sosialisasi tersebut, menegaskan bahwa mebel Jepara harus benar-benar dikembangkan. Indikasi Geografis dimaksudkan untuk menunjukkan komoditi Jepara (mebel, red.) bahwa benar-benar berasal dari Jepara karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut yang memberikan ciri pada mebel Jepara.
Fauzi, Anggota Komisi B DPRD Jepara, memberikan apresiasi penuh terhadap sosialisasi Indikasi Geografis tersebut. menurutnya, segala macam yang bermanfaat bagi komoditas Jepara, khususnya mebel, akan selalu didukung oleh anggota dewan. Dan secara rasional akan membantu anggaran APBD agar mebel Jepara mampu bersaing dengan komoditi dari tempat lain.
Mengisi testimoni acara tersebut, Suhadi dari Tim Verifikasi Indonesia Geografis, merasa beruntung karena anggota dewan memperhatikan nasib mebel Jepara yang kian lesu. Menurutnya, selama ini Indonesia Geografis khususnya terkait mebel Jepara seperti anak yang tidak mempunyai ayah. Jadi Indikasi Geografis yang sudah lahir dua tahun silam (2012) benar-benar terasa kehadirannya setelah sosialisasi ini. Sehingga mebel Jepara akan berkembang setelah sekian lama lesu.(SK)