Twitter Kadin Jepara
Menu
Login
- Details
- Written by Kadin Jepara
- Published: 18 March 2014
- Hits: 815

Jepara, kadinjepara.org – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI melakukan diseminasi informasi terkait dengan Information Trade Promotion Centre (ITPC) dan Atase Perdagangan (ATDAG). Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan informasi, peluang pasar, konsultasi dan promosi ke negara tujuan ekspor bagi pelaku usaha furniture Jepara.
Kegiatan yang dilangsungkan pada Selasa (18/3/14) di hotel Jepara Indah ini, menghadirkan narasumber pengusaha furniture sekaligus pengurus Kadin Jepara, Andang Wahyu Trianto, serta ITPC Mexico dan Budapest.
Diseminasi ini diikuti oleh para pengusaha dan produsen serta eksportir furniture dan kerajinan dari berbagai asosiasi usaha di Jepara, diantaranya AMKRI, ASEPHI, ASMINDO, APKJ, serta ASTTIKA.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara Yoso Suwarno saat membuka kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa sektor industri olahan dan perdagangan menunjang 50 persen lebih aktifitas ekonomi di Jepara. Namun demikian lanjut beliau ekspor industri olahan berbasis kayu dalam semester pertama tahun ini cenderung mengalami penurunan nilai.
Sedangkan Andang menyayangkan rendahnya nilai ekspor furniture Jepara dibandingkan negara-negara lain, hal ini disebabkan banyaknya masalah baik internal maupun eksternal yang tak kunjung teratasi. Salah satunya adalah kelangkaan dan kenaikan harga bahan baku kayu yang mengancam kelangsungan industri ini. Padahal menurutnya, “DitinjaudarisegidominasipenguasaanBahan Baku baik Kayu Dunia,Indonesiasebagaipenguasabahanbaku selayaknyalahbisamenjelmasebagai penghasilprodukmebeldankerajinanrotanterbesardi dunia” jelasnya.
Sementara dua narasumber dari ITPC Mexico dan Budapest menyampaikan berbagai peluang bagi masuknya produk olahan kayu Jepara, serta beberapa ketentuan perdagangan di kedua negara tersebut. Di bagian akhir ulasan, dari ITPC Budapest menyampaikan optimisme bahwa produk furniture Indonesia akan mampu bertahan karena memiliki banyak kelebihan, diantaranya “Penggunaan bahan atau material yang unik dan khas dari Indonesia seperti penggunaan kayu eboni hitam karena keindahan warnanya, kayu cendana karena keharumannya atau kayu jati gembol dengan keindahan teksturnya,” ungkap beliau mengakhiri.(ms)